ADIBEL 37

821 Kata

5 tahun kemudian. "Kak, yang jemput gue sapa sih?" "Kakak enggak bisa ngejemput Bel, tunggu aja entar ada rekan kantor kakak yang ngejemput." "Ihhhh lama banget sih." "Yaelah sabar bawel." "Iya deh iya." Abel mematikan teleponya dengan perasaan kesal, sudah lumayan lama ia menunggu jemputan di bandara, tapi Calvin malah tak bisa menjemputnya. Gadis itu duduk di ruang tunggu bandara, dengan sebuah koper  lumayan besar yang ia seret. Tak lama kemudian munculah laki-laki yang di maksud oleh Calvin, akhirnya Abel bisa bernafas lega karena setidaknya Abel tidak akan menunggu cukup lama lagi, menunggu itu emang enggak enak. "Lama banget sih,"celetuk Abel, laki-laki bertubuh tinggi yang usianya masih seumuran dengan Abel itu hanya menyengir,"Sorry Bel gue tadi pecah ban." Abel berdesis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN