Di ruang bertembok putih, Jose duduk menunggu nomor antrian untuk bertemu dengan Dokter Nora. Clara melirik Jose berkali-kali sambil menggenggam ponselnya yang sesekali ia mainkan. “Seharusnya aku tidak pindah dari rumah itu, Kak.” ketus Clara. Jose hanya terdiam seperti tidak mendengar apa-apa dari bibir Clara. “Bodohnya lagi, aku terlalu sibuk dengan urusanku. Hingga, tidak pernah terpikir untuk menghubungi kalian.” “Sudah, bukan waktunya menceramahiku!” ucap Jose setengah berbisik. Beberapa pasien keluar dan masuk dalam waktu yang tidak cepat. Hal itu sungguh membuat Jose menghela napas panjang, menunggu giliran untuk bertemu dengan Dokter Nora. Dokter Nora termasuk dokter yang memiliki pasien cukup banyak. Hingga tidak bisa memiliki waktu khusus hanya untuk menemui seorang Jose.

