Semalaman suntuk, Jose terus terjaga. Berita yang dilihatnya membuat ia menyadari pentingnya kehadiran Jasmine dalam hidupnya. Clara enggan menginap untuk menemaninya, hingga Jose berpikir adiknya mungkin telah memiliki kekasih hingga tidak ingin lagi kembali tinggal bersamanya. Di dinding kamar Jasmine, tertata indah lukisan cahaya mereka berdua. Jose memerhatikan satu demi satu foto yang diambil dalam pernikahan mereka itu. Wajah Jasmine tampak merona bahagia, sedangkan ia melihat dirinya disana seperti bongkahan es. Angkuh, dingin dan terlihat bimbang. Jose masih ingat sekali, kala itu ia terasa terpaksa untuk menikahi gadis belia sepantaran adiknya itu. Namun, tak dipungkirinya dibalik datar wajahnya kala itu, ada pengharapan Jasmine bukan sekedar mencintainya namun akan bertahan bers

