“Jasmine, aku takut nggak akan bisa, Baby,” Jose berujar dengan nada yang terlihat sangat tersiksa. Wajahnya menunduk, dahinya tepat berada pada dagu Jasmine, dengan mata terpejam. Keringat dingin membanjir di tubuhnya yang liat dan seksi. Jantungnya berdetak kencang, namun raganya gemetar antara rasa takut dan penasaran akan kemampuannya menahan sisi liar yang bisa saja muncul sewaktu-waktu. Kali ini keduanya berada di dalam kamar di rumah baru mereka. Rumah yang Jose beli sebagai upaya untuk memulai kehidupan baru yang normal. Letaknya berada di tengah pemukiman, Clara yang memilihkannya. Jasmine hanya tersenyum lembut. Kedua tangannya kemudian menangkup wajah Jose dan membawanya untuk menghadap padanya. “Buka matamu, Jose.. Lihat aku!” Jasmine berkata lembut. Tubuhnya yang masih fu

