Bunga Mau Dia

1248 Kata

            Cintya melempar gelas dengan kesal. Amarah dan kecewa menguasainya. Wajahnya yang cantik kini tidak tersisa, rambut yang kusut, wajah yang penuh amarah sama sekali tidak menyisakan kecantikannya.             Cintya tidak habis pikir, bagaimana bisa Reza memutuskannya hanya karena ia jatuh cinta pada gadis biasa macam Bunga?             Cintya mendengus kasar. Cinta? Persetan dengan cinta, bahkan 15 tahun mereka berhubungan pria itu tidak pernah mengatakan cinta padanya. Bagi pria seperti Reza, hubungan adalah kesenangan. Mereka tidak membutuhkan ikatan pernikahan toh pernikahan hanyalah dokumen semata.             Cintya menangis.. Sungguh hatinya terasa sakit. Bahkan rasa sakitnya melebihi ketika ia dan Aldi bercerai. Reza adalah cintanya, keinginannya dan pria yang mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN