Eky Pratama

807 Kata
Eky Pratama cowok tinggi berkulit Coklat dan berlesung pipi dan Manis sekali menurutku, kata teman-teman dia biasa aja. Dibilang ganteng...hmm banyak di sekolah yang lebih ganteng dari dia, dibilang manis banyak pula yang senyumnya manis lebih dari dia. Namanya juga naksir ibarat kata teman-temanku seancur apapun bentuk yang kita taksir bakalan keliatan ter the best di mata kita. Eky yang selalu ramah dan tersenyum manis ke banyak orang, Eky yang terkenal baik, dan Eky yang nilainya pas pasan sama sepertiku. 2 bulan bukan waktu yang lama buat mencari tau segala tentang teman sekelasku yang kutaksir bernama Eky, mulai dari makanan favoritnya sampai dengan fobia kemoceng yang dimilikinya. Eky Fobia kemoceng gara-gara waktu kecil suka ditakut takuti kakak ceweknya,katanya kalau kemoceng dipegang lama lama akan jadi ulat bulu kemudian bergerak grepe grepe ke badan orang yang pegang. Sejak itu dia selalu ketakutan kalau lihat kemoceng karena selalu terbayang ulat bulu yang pernah nempel di badannya kemudian membuat sekujur tubuhny merah merah gatel sampai berhari hari. "Eky...... tunggu bareng ke kelas" teriakku sambil mengejar Eky yang sudah jalan duluan. "Hoy iyaaa aku tungguin wes nggak usah lari lari, muntah nanti kamu kalau kaya gitu" teriak Eky. Tuh kan gimana aku nggak jatuh cinta ma Eky kalau dia seperhatian itu ma aku, dududu padahal dia seperti itu ke semua orang tapi boleh dong aku menganggap itu tindakan spesial yang dikasih buatku namanya juga lagi bucin. "Frey kamu uda ngerjain Pr matematika dari Bu Kemi belum? Aku nggak paham sama sekali tentang statistika, apalagi kemarin Bu Kemi neranginnya sambil marah-marah. Nerangin biasa aja aku nggak paham apalagi sambil marah- marah. Mana katanya kalau belum ngerjain hari ini bakalan dikasih tugas tambahan ngerjain LKS dari halaman 4-13" katanya sambil khawatir. "Tenang, aman, damai terkendali Pr Bu Kemi sudah aku kerjain ya walau entah bener atau nggak sih. Yang penting uda aku kerjain" jawabku sombong. Padahal baru aku kerjain jam 3 tadi pagi gara-gara kebangun pipis kemudian lihat hp ada warning di catatan kalau ada Pr hari, untungnya udah aku catat di Note Hp kalau nggak bakalan ikutan dikasih tugas tambahan sebanyak itu sama bu Kemi. Bukan karena aku rajin di bela belain bangun jam 3 buat ngerjain Pr tapi karena tiap malem suka keasyikan baca komik online akhirnya setiap ada Pr mulai jam 2 pagi sampe jam 5 pagi aku Notes di jam kalau ada Pr apapun itu, jadi kalau paz jam 2 alarm bunyi dan aku masih ngantuk kan alarmnya masih akan bunyi tiap jam sampai jam 5. "Freyaaaaaaaaaa.... akhirnyaaa dewi penyelamatkuu datang jugaaa, sungguh kamu begitu cantik hari iniii wajahmu begitu berkilau, kulitmuuu astagaaa putih sampai keramik sekolah iri ngelihat kamu. Rambutmuu yang panjang dan mempesona membuat wajahmuu yang mungil terlihat semakin menawan, sungguh Tuhan teramat baik menciptakan makhluk seindah kamu sebagai teman sebangkuku" suara Ine teman sebangkuku yang sableng dengan nada suara mendayu-dayu seperti berpuisi. "Ni bocah kenapa yak, salah makan? salah minum obat? kebentur? belum dikasi uang saku mamahmu? atau emang gila? Kalau fix gila nanti aku bakalan bilang Bu Kemi deh kalau Ine kumat gila nya biar sekalian dianterin bu Kemi ke RSJ terdekat" jawabku sambil sok sok an memegang dahi nya. "Uda deh nggak usah sok nanggepin aku, sini Pr Matematikanya keburu jam masuk. Tega kamu kalau aku disuruh ngerjain tugas tambahan segitu banyaknya seperti anceman bu Kemi minggu lalu? Tega kamu?! " kata Ine sambil pura pura nangis. "Cie drama dia.. tinggal bilang Frey pinjem Pr. Udah selesai perkara ,lah situ pake sok ngrayu lebay yaudah ditanggepin aja lumayan buat hiburan pagi pagi" Jawabku sambil membuka tas memberikan buku Pr matematika ke Ine. "Frey aku juga nyontek boleh g?" ijin Eky. "Jangankan minta contek Pr ky, hatiku kamu minta pun aku kasih dengan seneng hati tambah pake senyum manis pula Ky " jawabku sambil kedip kedip mata. "Hahahaa... bisa aja kamu Frey, kalau hatimu kamu kasih aku terus hidupmu gimana? masa kamu hidup tanpa hati. mana bisaaa? Wes wes kamu pindah ke kursiku dulu aja, aku nyontek Pr mu dulu kurang 13 menit lagi uda bel masuk" kata Eky sambil duduk di sebelah ine dan mulai sibuk menyalin Pr Matematikaku ke buku Tugas Matematika punya dia. Ya begitulah Eky, seperti mayoritas makhluk ciptaan Tuhan yang disebut laki laki yang kurang mempunyai kepekaan. Sama halnya dengan Eky tidak cuma sekali dua kali, aku mengungkapkan isi hatiku ke dia, spill pelan pelan dengan becanda bagaimana perasaanku dia. Selalu dianggapnya aku hanya bercanda saja, padahal sewaktu valentine aku memberinya cokelat tapi juga dianggap aku memberi coklat karena dia aku anggap sahabat berharga bukan dengan maksud yang lain. Entah dia yang kurang peka dengan maksudku atau sebenarnya dia paham tapi tidak ingin merusak persahabatan kita , entahlah apa yang dia pikirkan. Tapi yasudah aku masih cukup bahagia sebagai temannya selama dia belum punya pacar jadi aku masih merasa tenang dan aman dengan kondisiku sekarang. bersambung dong ke episode 3....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN