20. Janji

1621 Kata

Sore itu Davira dan Salwa memutuskan untuk singgah di café sebelum pulang, jam kerja yang rawan macet membuat mereka tak mau terjebak di jalanan. Langit tampak indah dengan warna jingga yang lembut, seperti mahakarya yang dibuat dengan sepenuh hati. Di sebuah kafe yang tidak terlalu ramai, di sudut dekat jendela besar yang menghadap jalanan kota, Salwa dan Davira duduk berhadapan. Suasana kafe terasa hangat, lampu-lampu gantung mulai dinyalakan, memantulkan cahaya kekuningan yang menyentuh lembut di permukaan meja kayu mereka. Di luar, orang-orang berlalu-lalang dengan kesibukan masing-masing. Ada yang pulang kerja dengan wajah lelah, ada yang tertawa bersama teman, ada pula yang berjalan sendiri dengan pikiran entah ke mana. Namun di dalam kafe itu, waktu terasa sedikit melambat. Di at

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN