Bab Dua Puluh Enam

525 Kata

Ketiga orang itu duduk berhadapan. Karena Damar sudah lebih duduk disamping Sasi maka Vincent memilih duduk berhadapan dengan dua orang kakak beradik tersebut. Mereka makan dalam diam. Takut membuat keributan yang akan membuat orang tua mereka jadi ikut terbangun juga. Yang mereka tidak tahu sudah sejak tadi pasangan harmonis itu terbangun dan sempat mengintip dari balik pintu. Posisi kamar mereka juga yang paling dekat dengan dapur. Lagipula dijam-jam segini mereka memang sudah bangun untuk sholat tahajud. Keduanya sengaja tidak bergabung dengan anak menantu mereka karena tidak mau merusak suasana saja. Keduanya cukup lega melihat anaknya, Sasi dan Vincent baik- baik saja. Mungkin dugaannya tadi salah. Mungkin bukan Vincent penyebab Sasi menangis. Semoga hubungan keduanya baik-baik saj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN