Brie berdiri terpaku menatap pintu kamar hotelnya, entah kenapa tubuhnya merinding, perasaan gugup, gelisah dan takut meliputi dirinya. Tapi pria tinggi tampan namun tidak peka disampingnya tampaknya tidak menyadari kegelisahan hatinya. "Apa kau kedinginan? Harusnya jangan pakai celana jeans robek-robek!" Komentar Greg penuh perhatian saat dia membukakan pintu kamar hotelnya. Senyuman kecil terukir disudut bibirnya saat menyadari kini dirinya hanya berdua saja dengan Brie tanpa ada lagi yang bisa mengganggu. 'Oh s**t!' Menyadari arti senyuman itu, Brie serta merta mengutuk dalam hati. Hanya dengan tatapan saja Brie sudah merasa sedang ditelanjangi. "Apa yang kau tunggu? Ayo masuk!" ajak Greg dengan nada lembut, senyuman manis mengembang diwajah tampannya. 'Sabarlah Greg, sebentar lagi

