Ch 30. FLAME

1824 Kata

Gregorio’s POV Aku melangkahkan kakiku ke kamar mandi, lantai yang dingin membuat sekujur tubuhku jadi merinding. Langkahku terhenti saat melihat bayanganku yang tertangkap cermin. Wajahku terperangah saat melihat bekas gigitan dan kissmark di d**a dan leherku. Gadis itu sejak kapan dia menandaiku? Bagaimana aku bisa tidak menyadarinya? Kekasihku yang polos itu jadi semakin ahli dalam bercinta. Senyuman m***m muncul di wajahku saat mengingat dirinya semalam, Brie tak hentinya mendesah dan merintih manja di bawahku. So cute, so innocent yet so sexy, perpaduan yang sungguh tak biasa. Namun detik kemudian senyumanku lenyap saat melihat mataku yang merah dan bengkak. Betapa memalukan pria dewasa sepertiku menangis setelah bercinta. Pathetic. Aku sendiri tidak tahu kenapa air mataku bisa jatu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN