Gregorio's POV "Brie... Brie! Jangan dulu tutup teleponnya, Aish!" Aku menggigit kepalan tanganku saat mendengar gadis kesayanganku menutup pembicaraan tiba-tiba. Aku mengerti jika dia marah dan benci padaku, aku memang pantas mendapatkannya, tapi saat ini aku sangat ingin bicara padanya. Masih belum putus asa, jari telunjukku gemetar saat mencoba mendial nomornya kembali. "Maaf nomor yang anda hubungi sedang sibuk..." Darahku mulai panas, saking emosi aku kembali menekan tombol dial lagi dan lagi, tapi jawabannya tetap sama. Dia menolak panggilanku berulang kali tapi aku tetap tidak menyerah sampai... "Maaf nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif..." "Oh f**k! SIALAN!" Umpatku tak tertahankan lagi, tanpa sadar membanting begitu saja handphoneku ke lantai sampai hancur berantakan.

