Impoten 61

947 Kata

Enjoy Reading. *** Jovan membuka matanya dan langsung mengerang, merasakan sakit di seluruh tubuhnya. "Akhirnya ... kamu bangun juga. Bagaimana perasaanmu?" Javier mendekat ke arah saudara kembarnya yang penuh perban. Jovan menatap Javier yang terlihat sangat khawatir. Dia merasa Dejavu dengan pertanyaan itu. Perasaan dia pernah mengalami ini. Ah ... waktu dia menyusul Zahra ke Jogja dan kecelakaan. Posisinya persis seperti ini. "Jovan?" Javier kembali memanggil Jovan saat saudaranya itu diam saja. Apakah ada yang salah? "Jovan ...." Jovan bermaksud duduk tapi langsung meringis kesakitan. Javier dengan cepat membantu Jovan menaikkan ranjang rumah sakit yang dia tempati agar Jovan bisa duduk bersandar. "Jangan terlalu banyak bergerak dulu. Kakimu patah. Tapi tenang saja, Om Marco s

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN