Impoten 46

1462 Kata

Enjoy Reading. *** Jovan mengetuk pintu kamarnya dan terus berusaha memanggil Zahra agar membukanya. "Zahraaa, sayang. Dengar penjelasan mas dulu. Zahraaa." Jovan terus mengetuk pintu itu tanpa beranjak dari berjam jam yang lalu. Iya. Sudah entah berapa lama setelah Zahra mendengar pertengkaran dirinya dengan Javier. Jovan bisa melihat wajah Zahra yang pucat dan pandangan matanya yang terluka. Dan Jovan terasa langsung seperti di tercubit ginjalnya begitu menyadari apa yang baru di dengar oleh Zahra. Jovan ingin langsung mengejar Zahra yang berlari sambil menangis menuju kamarnya. Tapi mommy-nya yang terlihat murka. Malah sibuk memukuli Jovan hingga puas. Baru setelah mommy-nya puas Jovan diizinkan menemui Zahra. Sayangnya gantian Zahra yang tidak mau bertemu dengannya. Jovan mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN