Impoten 19

934 Kata

Enjoy Reading. *** "Masss, kamu mau ngapain?" Zahra beringsut mundur ketika melihat Jovan membuka bajunya. Jovan tidak menjawab. Malah langsung melepas celana jeansnya. "Astagfirullahhaladzim, Astagfirullahhaladzim, Astagfirullahaladzim." Zahra langsung menutup wajahnya ngeri saat Jovan hampir melepas celana boxernya. Zahra belum siap lahir batin. Jovan membuka tangan Zahra yang menutupi wajahnya. "Kenapa malu? Sebentar lagi kamu bakalan lihat semuanya." Jovan malah menggodanya. Zahra semakin menelan ludah dengan susah payah. "Mas Jovan. Bisa nggak kita nglakuin itunya besok saja." "Boleh, tapi jangan lupa laknat dari Malaikat ya." Zahra kicep seketika. Jovan mendekatkan tubuhnya ke arah Zahra. Mengelus pipinya yang mulai terlihat memerah karena malu. Lalu mencium dahinya lembut.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN