Pagi yang cerah dengan kicauan burung dan ayam yang berkokok saling bersahutan seolah menyambut Belvina hari ini dengan penuh kegembiraan. Untuk pertama kalinya Belvina begitu bersemangat ingin pergi ke kantor setelah sekian lama dia merasa terbebani karena di tempatnya bekerja selalu bertemu dengan Barra yang pastinya akan usil bahkan senang marah – marah kepadanya. Semuanya seakan berubah total karena seseorang yang dulu Belvina sering doakan untuk segera menghilang dari bumi, namun saat ini seseorang itu akan selalu Belvina pinta pada sang pencipta untuk tetap hidup bersamanya bahkan hingga maut memisahkan, siapa lagi lelaki itu kalau bukan Barra. Hm, sekarang Belvina tahu betapa gilanya dimabuk asmara sampai dia terus tersenyum disepanjang perjalanan hingga sampai di kantor b

