Sejak tadi Barra tidak berhenti bulak – balik mengantar pesanan untuk para pelanggann di kedai Belvina, sampai akhirnya tugasnya sudah selesai karena belum ada pembeli yang datang lagi, jadi tidak ada pesanan yang harus Barra antar. Dengan nafas sedikit terengah, Barra mengusap sedikit keringat yang membasahi keningnya. Pekerjaan ini cukup melelahkan bagi Barra karena ini untuk pertama kalinya dia melakukan aktivitas seperti ini. Tentu saja ini berbanding terbalik dengan apa yang biasa Barra lakukan, apa – apa serba dilayani, tetapi kali ini dia melayani orang. “ Capek ya? “ Belvina datang sambil membawa segelas air. “ Nih, minum dulu. “ Barra mengambil gelas itu lalu meneguknya. “ Kapan kita pergi? “ tanya nya yang sudah selesai minum. “ Aku sudah tidak sabar ingin menikmati malam

