Barra baru saja sampai di ruangannya, ia duduk di kursi kesayangannya, lalu ingin mengecek Email di ponselnya apakah ada pesan penting masuk atau tidak, namun tiba – tiba saja aktivitasnya harus tertunda ketika melihat kedatangan seseorang tanpa permisi dan langsung masuk saja. “ Wow! Pagi – pagi kedatangan pacar. “ Barra meletakan ponselnya di atas meja, lalu berjalan menghampiri Belvina yang kini berdiri tidak jauh darinya. “ Barra! “ Belvina seperti menyimpan rasa kesal karena terlihat dari raut wajahnya yang muram. “ Ada apa sayang? “ tangan Barra melingkar dipinggang ramping Belvina, lalu menarik tubuh gadis itu agar lebih dekat kehadapannya. “ Kenapa wajahnya cemberut gitu? “ tanya Barra. Belvina berusaha untuk menjauh dari Barra yang saat ini sangat berdekatan denga

