Bab 16

1456 Kata

Mobil Ryan sudah menunggu di depan gerbang. Sebelum Ryan melihat tangis ini, aku menyekanya menggunakan tisu. Kaki ini berjalan gontai ke arah laki-laki itu. Dia turun, lalu membukakan pintu mobilnya untukku. Ya, Ryan memang baik, sangat baik malah. Namun, tak pernah terlintas sedikit pun dalam pikiran, bahwa dia menyukaiku seperti yang dikatakan Dimas. Kurasa itu hanya kecemburuan Dimas saja. Apa? Dimas cemburu? Tidak! Sepertinya aku terlalu kegeeran. Dia melakukan itu karenatak suka melihat diriku bahagia dengan orang lain. Ryan duduk di belakang kemudi. Sebelum menstarter mobolnya, dia melirik ke arahku. "Kamu ada masalah?" Aku menoleh lalu menggeleng. Sebetulnya ingin sekali menceritakan semua masalah yang saat ini kuhadapi pada Ryan, tapi untuk apa? Ini adalah aib keluarga. Sua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN