Salam Terakhir Untuk Dev

811 Kata

Tak ada hati yang tak berduka dengan sebuah kematian. Devan, cinta lama dengan rajutan kisah indah selama delapan tahun yang terhapus luka sekali. Luka yang tak bisa dihindari bagi hati keduanya. Awan gelap itu datang lagi. Seolah mendung belum mau pergi dari Sandra. Prass berdiri di ujung lorong rumah sakit. Melihat wanita yang dicintainya menangis meratap tanpa kata. Meski sejak di lokasi kejadian tadi napasnya sudah tidak lagi berembus. Prass memutuskan tetap meminta bantuan orang-orang untuk membawa Dev ke rumah sakit agar bisa dilakukan penanganan lebih lanjut. Sandra yang segera menelpon Marwan kini ditemani oleh tante Retno yang tak melepaskan pelukannya untuk menguatkan Sandra. Tante Retno juga benar-benar tidak menyangka pemuda yang baru kemarin datang ke rumah dan sudah ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN