Kota Kenangan Dan Angan

870 Kata

Pemandangan langit malam dengan gedung-gedung pencakar langit yang cantik berhias lampu kembali menyambut Sandra. Tiga orang lainnya tak gentinya bertukar cerita, tertawa, saling ledek. Apalagi melihat Marwan yang celingukan dengan momen pertamanya ke ibu kota ini. Sementara Sandra hanya diam. Sedikit memori menelisik membuka ingatan saat ia pertama memutuskan untuk pindah ke kota ini. Datang karena ingin melupakan dan kali ini datang untuk mengejar yang belum bisa ia ungkapkan. “Gimana Wan? Seneng gak di Jakarta? Besok aku ajak jalan-jalan tapi jangan norak ya,” Rachel masih terus meledek Marwan sejak tadi. “Enak aja, aku gak norak lho Mbak, aku biasa di Belanda kok. Mbak Rachel kalau aku ajak main ke Amsterdam yo pasti norak.” Marwan membalas tak mau kalah. “Yee, gak lah,” mendadak R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN