“Yess!”Rachel menempelkan tangan di kedua pipinya. Wajahnya riang tak bisa berhenti tersenyum. “Gue harus cepat telpon Sandra.” Dirga meneguk minumannya yang tinggal tersisa sedikit kemudian melirik arloji di tangan. Jam makan siang sebentar lagi usai. “Kamu naik taxi aja ya, aku bisa telat kalau antar kamu jam segini.” “Iya, tenang aja, gampang lah,” kali ini Rachel tidak manja dan memaksa Dirga mengantarnya seperti biasa. “Aku mau masuk ke dalam sekarang ya,” Dirga pamit. Wajahnya sedikit kelihatan kesal. “Kamu kenapa sih kok kayak ngambek gitu? Cemburu sama Prass?” “What? Aku?” Dirga menunjuk hidungnya. “Sorry aja, masa aku cemburu sama Prass?” “Terus ngapain kamu kelihatan kesel gitu?” “Ya aku malu Chel,” ucapnya geram. “Malu kenapa?” “Kamu gak seharusnya nanya terlalu banyak

