Part sepuluh

1077 Kata
Setelah mereka bercinta, Miracle dan Rose kini memilih menghabiskan waktu malamnya dengan menonton televisi. Malam masih menunjukkan pukul delapan, masih terlalu cepat rasanya jika mereka berdua memutuskan untuk tidur. Rose memperhatikan Miracle yang tengah menonton sinetron , jujur pria disampingnya ini begitu tampan. Dengan alis tebal, hidungnya yang mancung, serta bibirnya yang bewarna pink kemerahan. Bahkan yang sangat menarik dimata Rose adalah rambutnya yang menjuntai. Terbayang oleh Rose bagaimana ketika tangannya menarik rambut Miracle ketika merasa menikmati permainan Miracle terhadapnya. Rose tersenyum menggebu jika mengingat itu. Untuk mengalihkan pikirannya, Rose berdiri dari sofa untuk membuat kan sesuatu didapur. Mungkin bakat memasaknya akan dipergunakan Rose malam ini. “ Mau kemana?” tanya Miracle yang menyadari pergerakan Rose. “ Mau ke dapur. Kamu tunggu disini saja, aku tidak akan lama.” pinta Rose kepada Cle. Ia menggunakan panggilan aku-kamu sesuai dengan permintaan Cle saat di balkon. “ Jangan lama-lama. “ Rose mengangguk mantap kemudian melanjutkan langkahnya menuju dapur. Saat tiba didapur, matanya melihat Bi Ayu yang sedang mencuci piring. “ Bi. Ada sesuatu yang bisa dimasak ga?” “ Aduh kaget Bibi Non. “ jawab Bi Ayu kaget ketika tiba-tiba Rose sudah berada disampingnya. “ Non lihat saja dikulkas. Bibi minggu ini belum belanja, nanggung nunggu awal bulan saja.” Rose mengangguk kemudian membuka kulkas dua pintu yang terletak disudut dapur. Dilihatnya dengan teliti bahan-bahan yang tersusun di kulkas itu. “ Bi, tadi Cle udah makan?” tanya Rose pada bi Ayu dengan tatapan yang masih fokus memperhatikan isi kulkas. “ Sore tadi sudah Non. Cuma untuk malam ini, bibi bingung mau buatin apa.” “ Biarin saya saja Bi yang masak malam ini. Bibi istirahat aja dikamar.” Ujar Rose. Lalu tangan Rose mengambil dua buah telur, 3 siung bawang merah, dan 1 siung bawang putih. “ Apa tidak masalah bibi ninggalin non masak didapur? Takutnya tuan marah ke bibi.” “ Ngga usah takut Bi. Nanti biar saya saja yang bilang sama Cle.” “ Baik Non. Kalo begitu bibi kekamar dulu ya. “ pamit Bi Ayu disertai anggukan oleh Rose. Sepeninggalan bi Ayu, Rose berjalan kearah rice cooker, gadis itu membukanya dan melihat masih banyak nasi didalam itu. Rose berniat membuatkan nasi goreng spesial ala dirinya. Rose mengupas bawang kemudian mengirisnya dan menumis bumbu-bumbu untuk membuat nasi goreng. Rose sibuk berkutat didapur , tak terasa sebuah menu nasi goreng sudah terpajang rapi diatas piring kaca. Rose menaruh piring itu diatas nampan, lalu dibawa nya dengan menggunakan kedua tangan. Jalan Rose perlahan, sampai ia berada diruang tamu, gadis itu membungkuk lalu meletakkan nasi goreng itu diatas meja tepat di hadapan Miracle. Mata Miracle tidak berhenti menatap Rose, dari mulai gadis itu muncul dihadapannya dengan membawa dua piring nasi goreng, sampai gadis itu kini duduk disebelahnya. “ Silahkan dimakan. Ini buatan aku, semoga kamu menyukainya.” ucap Rose pada Miracle. Miracle tak tinggal diam, ia meraih sendok diatas piring lalu memakan nasi goreng buatan Rose. Hal yang pertama dirasakan didalam mulut Miracle adalah enaknya sebuah nasi goreng sederhana ini. “ Ternyata kamu bisa masak.” puji Miracle. Walaupun sederhana, namun masakan Rose setara dengan nasi goreng dihotel bintang lima yang sering dikunjunginya. Ternyata gadis ini diam-diam memiliki bakat. “ Aku keturunan Minang. Jadi wajar rata-rata cewe di Minang itu pandai memasak.” “ Kamu orang Padang?” Rose mengangguk, kemudian ia ikut melahap nasi goreng itu. “ Ibu aku orang Padang, sedangkan alm. Ayahku orang Semarang. “ “ Ooh maaf.” ujar Miracle tak enak mendengar Rose menyebutkan alm.ayahnya. “ Ngga apa kok. Lagi pula ayah sudah lama meninggal, jadi rasa sedih itu sudah lama menghilang.” Miracle mengangguk, mereka menikmati makan sederhananya malam ini. Setelah nasi goreng itu habis, Rose berdehem kemudian menatap serius kepada Miracle. Miracle yang ditatap seperti itu, tentu merasa salting. Namun pria itu berhasil menyembunyikannya. “ Ada hal yang ingin kamu katakan?” tanya Miracle. “ Cle. Ada satu hal yang ingin aku bicarakan sama kamu. Ini terkait masalah Mika.” ucap Rose serius. “ Ada apa dengannya?” “ Mika hamil. Ia dihamili oleh pacarnya-Retno , mereka menjalin hubungan selama 3 tahun. Saat Mika benar-benar percaya pada Retno, gadis itu menyerahkan semuanya pada Retno. Dari harta, keluarga bahkan keperewanannya. Tapi setelah itu, sikap Retno berubah pada Mika dan Retno sudah jarang terlihat oleh Mika bahkan Mika sempat menghubungi laki-laki itu disaat Mika mengetahui bahwa dirinya hamil. Retno tidak mau bertanggung jawab.” jelas Rose panjang lebar. “ Kenapa tidak lapor polisi saja?” tanya Miracle singkat. Karena menurutnya hal-hal yang berbau skandal harus segera dilaporkan ke pihak berwajib. Miracle tipe orangnya yang tidak ingin ribet. Jika ingin semua nya cepat selesai, maka laporkan saja ke polisi. “ Yang benar saja Cle. Apa urusannya hamil dilaporkan ke polisi?” bantah Rose. “ Ucapkan saja laki-laki yang menghamili tidak mau bertanggung jawab. “ Rose memijit kepalanya yang terasa pusing. Sudah lah pusing dikarenakan masalah Mika, Rose makin ditambah pusing mendengar penuturan asal-asalan dari Miracle. “ Kalo masalahnya, Mika diperkosa. Itu mungkin bisa saja dilaporin ke polisi. Tapi masalahnya, mereka berdua itu melakukan nya secara sadar, tanpa paksaan.” “ Jadi apa yang harus aku lakukan? Kamu mau minta aku bertanggung jawab?” Rose mendelik tajam. Sisi lain dari Miracle mulai terungkap. Ternyata selain jenius di kantor, Miracle masih memiliki tingkat kebodohan yang realitis sedikit. “ Aku tidak meminta kamu begitu Cle. Aku cuma minta tolong jangan pecat Mika.” Miracle merapikan posisinya menjadi lebih tegak. Obrolan ini serius sampai harus berhubungan dengan perusahaan yang sudah lama dirintisnya. “ Plis Cle. Mika sudah lama di usir keluarganya. Dia tidak punya siapa-siapa selain aku dan pekerjaannya.” mohon Rose pada Miracle yang menatap nya serius. “ Seharusnya kamu tau Rose peraturan yang sudah lama dibuat perusahaan. “ “ Aku tau itu, tapi aku minta tolong sama kamu. “ “ Pasal pertama: dilarang wanita yang mengandung untuk bergabung di perusahaan dalam keadaan apapun. Pasal kedua: wanita yang mengandung, wajib di phk dari perusahaan sampai wanita itu melahirkan. Dari pasal kedua kamu mungkin sudah dapat maknanya, Mika hanya diperbolehkan masuk kembali kalau dia sudah melahirkan anaknya.” terang Miracle. “ Tapi untuk menghidupi kebutuhannya selama sembilan bulan itu dari mana Cle?” “ Aku tidak tau. Dan tidak mau tau.” Rose merapatkan duduknya kearah Miracle. Gadis itu meraih tangan Miracle. “ Aku mohon. Lakuin satu hal yang aku ingin kan Cle. Plis..” Miracle mendengus kasar. Untuk kali ini Miracle mengalah“ Baiklah. Tapi kamu harus bersedia malam ini sampai pagi nonstop , melayani aku.” ____________
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN