Setelah penyampaian Aldo kemarin, malamnya Miracle memutuskan untuk menghubungi Rose. Memerintahkan wanita itu untuk kembali ke Jakarta karena ada hal yang perlu dibicarakan menyangkut pernikahan. Mungkin pagi ini Rose akan tiba di Jakarta. Barusan juga Miracle sudah memerintahkan Pak Sugeng untuk menunggu Rose di bandara. Sambil menunggu kedatangan wanita itu, Miracle merebahkan punggungnya di brankar rotan yang terletak dipinggir kolam ikan. Menikmati suasana pagi yang begitu sunyi. Rumah Miracle sepi, Bi Ayu sudah di pecat dari pekerjaannya dirumah ini. Miracle tidak ingin ada yang mengganggu atau ikut campur urusan keluarganya. Miracle menikmati kesendiriannya, matanya hendak dipejam. Tapi diurungkan ketika mendengar suara klakson mobil yang begitu dikenalinya. Miracle berdiri

