Part 25 "Kalau berani, jangan main kasar sama perempuan, Men! Itu sama saja tindakan yang cemen." Mata Tiar membulat mendengar ocehannya. Sementara Arini pun tampak terkejut melihatnya. "Kamu kan ...." Lelaki itu tersenyum miring. "Jadi lelaki seperti ini yang kalian ributkan? Ck! Gak pantas lelaki begini jadi rebutan?!" "Ngomong apa kamu 'hah? Gak usah ikut campur deh urusan kami, dasar orang asing! Siapa kamu berani mencampuri urusan kami?!" Tiar yang tersulut emosi langsung menarik kerah jaket lelaki itu. Tapi dengan santai, Fabian melepaskan cekalan tangannya. "Gak level, gue adu jotos sama lu! Btw, cewek lu yang satunya cakep juga!" ujar Fabian sambil tersenyum penuh misteri. "Apa maksudmu?" Tak memedulikan ucapan Tiar, Fabian justru berlalu ke dalam rumah. Ia merebahkan diri

