23. Ketuk Palu

1641 Kata

Part 23 [Arini maaf hari ini, aku gak bisa hadir di persidangan. Aqilla meninggal] Aku terbelalak membaca pesan dari nomor asing, ternyata milik Mas Tiar. Ia pun melampirkan foto wajah pucat Aqilla. Innalilahi wa innailaihi roji'un. Aku tak menyangka gadis kecil yang periang itu meninggal? Apa dia sakit? [Aku turut berbelasungkawa atas kepergian Aqilla. Apa Aqilla sakit?] Tak ada balasan, mungkin dia sibuk mengurus prosesi pemakamannya. Ya sudahlah, semuanya sudah ketentuan Allah. Semoga ada hikmah dibalik ini semua. Hari ini sidang keduaku, aku datang membawa saksi, Mbak Ulfa dan dokter Ardhy akan bersaksi di hadapan hakim. Ya sejak panggilan sidang yang pertama minggu lalu, aku berusaha menguatkan diri. Mudah-mudahan proses perceraianku tak membutuhkan waktu lama dan berbelit-be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN