19. Ide cemerlang El

1546 Kata

Part 19 Kukepalkan tangan frustasi. Kenapa hati Arini belum luluh juga? Apa sudah tak ada ruang untukku bersamanya kembali? Rasanya aku benar-benar stress. Akhirnya aku kembali ke Cafe karena ada panggilan darurat dari Andri. *** "El, buka pintunya!" teriakku saat pulang dari Cafe. Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Pintu tak kunjung dibuka. Jangan-jangan ancaman El benar? Aku harus tidur diluar? Alamak! "El, buka pintunya, Sayang!" Kuketuk pintu dengan kencang agar ia terbangun. Tak lama, El membukakan pintu. Wajahnya seperti singa yang hendak menerkam mangsanya. Astaga, menyeramkan juga! "Pulang juga kamu, Mas?! Kupikir kau akan nginep di tempat Arini?" Aku tahu El kecewa. "Maafin aku El. Tolong jangan ngambek seperti ini. Aku bisa jelaskan. Elvina tak menginda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN