Part 51 : Sebuah Rencana

1297 Kata

Max berlari dengan kekuatan penuh setelah keluar dari mobil yang sebelumnya ia kendarai, menuju pintu utama rumahnya. Wajahnya memerah lelah dengan keringat becucuran di wajah, napas pendek tersengal, akan tetapi senyuman tampan masih tersungging begitu tampan di wajahnya.   “Nate!” seru Max begitu sampai di dalam rumah itu.   “Nate!”   “Berisik Max!” Tegas Mia yang muncul dari balik sofa ruang tengah. “Kau mengganggu konsentrasiku saja! Datang-datang teriak. Mandi sana.”   “Pagi-pagi sudah cerwet, sudah seperti penyihir saja.” Bibir Max mencebik. “Mana Nate? Mana dia? Jangan kau sembunyikan Mia.”   “Tidak ada.”   “Jangan berbohong.”   “Memang tidak ada! Nate sudah berangkat bersama Daddy.”   “Apa?!”   Gelak tawa dari Edward, Ilona dan Nate menguar di private room restora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN