Part 26 : Perasaan Edward

1500 Kata

  Tidak pernah sedikit pun Ilona berpikir bahwa ia akan memiliki kesempatan untuk duduk berdua kembali dengan Edward seperti ini. Ia pikir setelah masalah itu terjadi dan kedatangan Miranda, ia akan tersingkir. Ia akan kehilangan seluruh peluang yang pernah ia miliki, akan tetapi tidak, ia tidak kehilangan semua itu.   Tanpa diduga ia justru mendapatkan kesempatan itu kembali. Ia bisa duduk berdua dengan Edward lagi di atas kursi yang sama.   Selama beberapa menit keduanya hanya menatap layar televisi dengan pandangan mana menerawang. Sama-sama memikirkan kalimat pembuka bagi perdamaian mereka. Bahkan sampai layar menggelap pertanda film selesai pun keduanya masih menatap ke arah layar itu, dengan suasana hening.   “Maaf.”   “Maaf.”   Ucap keduanya bersamaan.   Ilona melir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN