Tidak ada kegiatan apapun yang dilakukan Ilona selama di Swiss, ia hanya sesekali ke dokter memeriksakan keadaan fisik dan psikisnya, lalu ke peternakan. Selebihnya ia hanya melamun di rumah, menatap ke arah peternakan atau hanya melamun menatap televisi, melamun dengan buku dan berbagai hal lainnya. Ya, memang apa lagi yang harus ia lakukan? Ia tidak tahu. Sebab raganya memang di sini, namun pikiran dan hatinya jauh di sana. Bersama Edward yang sangat ia rindukan. “Nana!” Ilona tersenyum tipis saat melihat Felix melambaikan tangan begitu keluar dari mobil. “Anak ini. Selalu ribut saja.” ujar Shopia, ibu Ilona. Felix terkekeh kecil, lalu memberi salam pada mereka berdua. “Hi Mrs. Sophia, Hi Nana.” “Hi Fel.” Sapa Ilona seadanya. “Kamu ini tidak capek apa setiap akhir pekan ke

