Mario pov "Oke.. " Gue melajukan mobil nya menembus jalan raya yang cukup padat di malam hari. Aku melirik Ratna yang duduk di samping ku, karna dari tadi Ratna hanya diam saja. "Kenapa sih?" Aku mencoba mencair kan suasana. "Enggak.." Jawab nya singkat. "Siap-siap." Gue sengaja memiringkan tubuh gue kearah Ratna dan membisikan sesuatu. "Idih.. " Ratna tersenyum geli melihat tingkah gue barusan. Aku membenarkan duduk seperti semula dan memulai pembicaraan lagi, kali ini dengan Azam. "Zam." Sedang kan tu bocah dari tadi mainan tembakan air. Yang misal di pencet terus bulet-bulet nya masuk di kepala hewan itu loh. "Hmm.." Aku melihat Azam dari kaca kecil di depan ku. "Nanti kalok Oma tanya Mama sama Papa kenapa? Kamu jangan bilang lagi buat dede ya? Awas kamu." gue mengingatkan Az

