Ancaman?

2035 Kata

  Prabu melepas sabuk pengaman yang ia kenakan, ia baru saja akan keluar dari mobil ketika Elina mencengkram kuat pergelangan tangan kirinya. Prabu mengurungkan niatnya keluar dri mobil, lalu berbalik menghadap Elina. "Kenapa hm?"   "Pulang aja yuk," pinta Elina sambil memasang raut wajah memelas.   "Kenapa pulang?" Prabu bertanya dengan kening berkerut dan nada bicara selembut mungkin.   "Malu Mas, banyak banget orangnya," cicit Elina sambil melirik gedung tempat di mana acara reuni di adakan. Pintu masuk gedung sudah ramai oleh para tamu yang juga baru saja tiba dan kini sedang memasuki gedung tersebut.   "Iyalah tamunya banyak, kan satu angkatan."    "Ih! Kenapa Mas enggak bilang kalau satu angkatan?" Raut wajah Elina seketika berubah masam. Elina pikir reuni tersebut hanya di a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN