Fida butuh waktu hampir setahun untuk benar - benar menerima kenyataan kalau hubungannya dengan Fito sudah berakhir. meski tidak pernah meminta Fito untuk kembali tapi jujur di lubuk hatinya yang terdalam Fida masih berharap Fito datang kembali padanya. Dihari - hari panjang yang ia lalui dengan kesendirian Fida selalu menyelipkan doa agar Fito nya kembali lagi ke sisinya. doa dan harapan Fida tidak pernah menjadi kenyataan. yang ada berita kedekatan Fito dengan Gisella semakin merebak ke khalayak. bukan lagi sekedar rumor, mereka sudah mengkomfirmasi kebenarannya. bahkan berita terakhir yang Fida dengar mereka sudah resmi bertunangan. Berita yang membuat Fida kembali bersedih seperti saat hubungan mereka berakhir.
Andai Sela tidak mengancam akan membuat skandal yang akan mempermalukan Fito, mungkin Fida masih menangisi perpisahannya.
Fida tersenyum teringat dengan perjuangan Sela membuatnya bisa melupakan Fito. mulai dari menceritakan semua hal buruk tentang Fito, mengajaknya liburan ke luar kota sampai dengan mengenalkannya pada beberapa orang kenalan Sela, yang diakuinya tak kalah potensialnya dari Fito. Sela bahkan menyebut cowok yang ia kenalkan merupakan cowok most wanted dikalangan mereka.
Apapun yang sudah Sela lakukan padanya dengan niat baiknya sebagai sahabat sangat disyukuri oleh Fida. sungguh ia beruntung memiliki Sela disisinya. namun untuk membuka hati pada cowok lain belum bisa Fida lakukan. bukannya tidak ingin mencoba, tapi Fida belum bisa. Fida hanya bisa berharap semoga nanti akan ada waktu yang tepat buatnya membuka hati pada cowok lain.
Sampai menamatkan sekolahnya dan memulai dunia kerja, Fida belum juga menemukan sosok yang tepat untuk menggantikan posisi Fito dihatinya. Sela sendiri bahkan sudah sering gonta ganti pacar. si tomboi itu ternyata playgirl juga.
Fida merasa biasa saja dengan kesendiriannya. tidak punya pacar ternyata tidak buruk juga. Fida memilih fokus pada studi dan kariernya. sekarang Fida sudah hampir setahun membantu orang tuanya di rumah sakit. Fida bekerja di manajemen Rumah sakit orang tuanya.
Tidak ada pembicaraan khusus Fida dengan orangtuanya tentang Fito. mereka sepertinya menganggap kandasnya hubungan Fida dan Fito sebagai masalah biasa diantara anak muda saja. Fida memang tidak terbiasa membicarakan hal pribadi dengan orangtuanya. mereka sangat sibuk dengan pekerjaannya.
Hal berbeda terjadi dengan orang tua Fito. Ibu Fito pernah menemui Fida secara khusus setelah kejadian Fida memergoki Fito dirumah mereka.
" Ibu minta maaf dengan perbuatan Fito " ucapnya.
Fida merasa tidak nyaman dengan permintaan Maaf dari tante Ratih. untuk apa dia minta maaf setelah dia membiarkan apa yang terjadi dirumahnya sendiri.
" Ibu tidak membenarkan apa yang sudah Fito lakukan, dia bersalah padamu "
Fida tersenyum getir. Fida merasa begitu menyedihkan sampai - sampai ibu mantan pacarnya meminta maaf atas kandasnya hubungan mereka. begitu menyedihkan hidupnya kini.
" Jujur Ibu tidak punya muka bertemu dengan kamu Fida, Ibu malu sekali " Suara tante Ratih yang bergetar mengembalikan kesadaran Fida bahwa bukan hanya Fida yang terluka karena perbuatan Fito, tapi Ibunya juga. Masih perlukah Fida meragukan ketulusan Ibu Fito padanya.
" kamu mungkin meragukan Ibu, nak ... tapi percayalah, Ibu tidak tahu kalau Fito menjalin hubungan dengan orang lain dibelakang kamu. setiap Ibu tanya Fito tidak pernah mau jujur pada Ibu. tidak seperti saat berhubungan dengan kamu yang selalu terbuka dengan Ibu, Fito yang sekarang tidak lagi mau cerita tentang urusannya dengan Ibu, baik urusan kerjaan ataupun urusan pribadinya. dia bukan lagi Fito yang Ibu kenal "
Fida membenarkan ucapan terakhir Ibu Fito. Fida juga tidak mengenali siapa Fito yang sekarang.
Tidak lagi dekat seperti dulu, bukan berarti komunikasi Fida dengan tante Ratih jadi putus. masih ada beberapa kali mereka saling bertukar kabar. Lebih tepatnya, Fida yang terpaksa mengangkat telfon atau sekedar membalas pesan yang tante Ratih kirim padanya. seiring berjalannya waktu tidak pernah lagi ada nama Fito dalam pembicaraan mereka karena Fida yang menghindarinya. Fida akan menanggapi semua pembicaraan tante Ratih asalkan bukan tentang Fito.
Fida sudah mengikhlaskannya. Fida juga sudah siap menyambut hari baru.
Sampai telfon dari tante Ratih kembali mengusik ketenangan hidupnya.
" Halo tan.. " sapa Fida begitu mengangkat telfon dari tante Ratih.
" Halo nak Fida, tante mau minta tolong sama kamu "
" minta tolong apa ya tan ? " tanya Fida bingung. diliriknya jam digital yang ada disudut meja kerjanya. sudah memasuki jam makan siang.
" Fito nak ... Fito " kali ini suara tante Ratih terdengar sudah bercampur dengan isak tangis.
" Fito kenapa tante ? " tanya Fida kelu. tidak mudah untuk menyebut nama itu baginya.
" Fito kecelakaan, sekarang sedang dibawa ke rumah sakit kalian "
Fida terkejut mendengar penuturan tante Ratih.
" tante mohon sama kamu tolong temani Fito ya, nak ... "
" tapi tan ... "
" sampai tante kembali saja. tiga hari lagi tante sampai ditanah air " jelasnya " tante tidak akan tenang beribadah jika kamu tidak mau menemani Fito disana "
Fida menimbang sebelum memberikan jawaban pada tante Ratih. maunya Fida menolak saja, tapi Fida juga sangat tahu betapa tante Ratih sangat menyayangi anaknya. Fikirannya pasti sedang terbelah antara ibadah dan anaknya yang sedang terluka.
" Bagaimana, kamu maukan nak ? "
Fida masih gamang untuk menjawabnya.
" Kamu pasti berfikir tante tidak tahu dirikan ? " tanyanya dengan suara sedih yang jelas tertangkap ditelinga Fida.
" Bukan begitu tante "
" Tante mohon ... tolong tante ya " kembali tante Ratih mengulangi permintaannya.
Terpaksa Fida mengiyakan permintaan tante Ratih untuk melihat kondisi Fito, tapi ia tidak bisa berjanji akan menjaga Fito karena Fida yakin akan ada banyak orang yang bisa menjaga Fito nantinya.
Setelah memutus percakapan mereka, Fida segera keluar dari ruangannya. berjalan menuju lift yang akan membawanya kelantai dasar tempat ugd berada. sebelum masuk ke dalam ugd Fida menyempatkan diri melongok keluar untuk melihat situasi di luar ruang ugd. seperti dugaannya sudah ada beberapa orang yang membawa kamera dan microfone diluar sana. mereka pasti para wartawan yang sedang mencari berita. terlihat ada beberapa orang dari satuan polri dan petugas keamanan rumah sakit yang berjaga - jaga disana.
Kedatangan Fida yang tidak biasa membuat dokter dan perawat yang bertugas melihatnya dengan tatapan bingung. Fida hanya mengangguk sekilas pada mereka dan menyuruh mereka melanjutkan tugasnya saja. terlihat biasa saja, seakan sedang menjalankan tugas monitoring , padahal hati Fida sedang berkecamuk didalam. jantungnya berdetak kencang. bahkan Fida tidak berani untuk melihat pada sosok yang sedang dirawat disana.
Fida berjalan menuju orang yang sedang duduk tak bertenaga dibangku panjang yang ada diluar bilik tempat Fito dirawat. pandangan mereka bertemu. Fida tersenyum sekilas padanya.
" Mbak Fida, silahkan duduk dulu " ujar Aldi yang merupakan asisten Fito.
Fida duduk disamping Aldi yang terlihat lelah.
" diluar sudah banyak wartawan " ucap Fida memberitahu.
" Tim management sudah mengurusnya "
Fida mengangguk mengerti.
" Maaf karena datang, tante Ratih yang meminta aku buat kesini "
Aldi mengangguk mengerti ," Ibu Ratih sudah mengatakannya tadi, jadi Mbak Fida tidak perlu minta maaf. lagipula ini juga RS milik keluarga Mbak Fida kan? "
Fida tidak menjawabnya. tidak juga seperti Fida yang akan menjenguk Fito karena alasan tersebut.
" Bagaimana kejadiannya ? " tanya Fida mengalihkan.
" Saya tidak tahu pastinya Mbak " jawab Aldi setelah menghela nafasnya berat. ," Mas Fito memaksa untuk menyetir sendiri. katanya dia mau kedaerah Yamin "
Fida mengangguk.
Ke daerah Yamin ? apa Fito mau ... Pasti bukan!
Fida mengusir dugaan yang mengusik fikirannya.
Atau bisa juga Fito memang berniat kesana tapi dengan niat yang berbeda dengan apa yang sedang Fida fikirkan.
" apa dia masih sadar ? "
Aldi menatap Fida heran, bukannya tadi Fida sudah masuk kedalam.
" aku tidak melihatnya " jawab Fida jujur.
" Mas Fito sudah sadar "
Berarti tadi sempat pingsan.
" kaki dan tangannya patah "
Sedahsyat apa kecelakaannya sampai separah itu kondisinya??
Fida bergidik nyeri membayangkannya.
tbc