Bab 30

1297 Kata

Setelah tiba di ruangannya, Fida langsung menghempaskan tubuhnya di sofa, bukan di kursi meja kerjanya. Fida belum siap untuk langsung bekerja. Fida butuh melapangkan dadanya terlebih dahulu dengan menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan. Teknik pernafasan yang benar diperlukan untuk membuat dadanya menjadi lega. Namun, ketenangan yang baru mulai ia rasakan kembali terusik oleh bunyi ponselnya. Fida menjangkau tas tangannya yang tadi ia letakkan sembarangan di ujung sofa yang ia duduki. mas Ryan memanggil... Fida menolak panggilan Ryan tanpa fikir panjang. Fida menatap wallpaper ponselnya yang memperlihatkan foto pernikahannya bersama Ryan. " Kau bilang kau mencintaiku, tapi ternyata kau lebih mencintai wanita itu." gumamnya. Matanya mengedip, air matanya pun menetesi pipinya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN