Fida sudah mulai memaafkan dirinya atas kehilangan yang ia rasakan, pun begitu juga dengan Ryan. Fida memaafkan Ryan karena baginya lebih mudah melangkah disaat hatinya sudah merasa plong dibandingkan saat mendendam. Rasa sakit dan kecewa bisa sirna setelah Fida memaafkan. Mereka merasakan kehilangan yang sama jadi sudah seharusnya mereka menyembuhkan luka bersama. Tidak mudah diawalnya tapi ternyata begitu melegakan setelah berhasil dijalani. Fida memulai paginya dengan berolahraga sebelum mandi dan bersiap ke kantor. Ryan, suaminya masih tidur lelap setelah tadi malam pulang sangat larut. Sepertinya Ryan sedang banyak pasien akhir-akhir ini. Maklum, sebelumnya Ryan mengambil cuti yang cukup lama untuk menemani Fida. Saat melintasi tempat tidur menuju kamar mandi ponsel Ryan berdentang

