Bab 28

1401 Kata

Ryan sudah menunggu didepan pintu rumah mertuanya sejak tadi tapi tidak ada yang membukakan pintu untuknya. Mereka, para penghuni rumah pasti sudah tahu kedatangan dirinya karena saat masuk tadi satpam yang membukakan pagar sudah mengabari ke dalam terlebih dahulu. Ryan menunggu dengan fikiran kalut dan cemas. Ia takut kalau sampai Fida dan keluarganya tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi. Ryan tidak sanggup harus kehilangan Fida diusia pernikahan mereka yang masih begitu baru. Apapun akan Ryan lakukan agar Fida dan orang tuanya mau menerimanya dan memberi kesempatan kedua padanya untuk membahagiakan Fida. Jika perlu Ryan akan bersujud dikaki mertuanya. Ryan kembali memencet bel yang ada didinding dekat pintu masuk. Belum juga ada tanda-tanda pintu akan dibuka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN