Aleta menggeleng. "Aku tidak tahu." jawabnya. "Dia adalah Alister!" pekik pria itu. Aleta tersentak. "Ibu yang disayanginya, dijadikan panutan olehnya telah dibunuh oleh tangan kotor manusia. Di usianya yang masih kecil itu dia harus menahan rasa dendam dan kebencian terhadap kaum manusia. Apakah sekarang kamu masih menginginkan lelaki itu menjadi malaikat pelindungmu? Seharusnya dia membenci manusia! Seharusnya kamu tidak pernah ada didalam hidupnya! Manusia adalah makhluk yang serakah bahkan lebih membahayakan dibanding siluman itu sendiri!" tandas pria itu. Aleta terdiam. Dia merasa sangat sedih mendengarnya. Jadi Alister juga pernah merasakan rasa kehilangan itu? Rasa kehilangan akibat ditinggal orang terkasih. Sama halnya yang ia rasakan dulu, ketika ia terus menghujani kedua pip

