“Selamat pagi.” Sapaan itu membuat Aluna menoleh, dia langsung tersenyum saat pandangannya bertemu dengan Reza. “Pagi,” balasnya. “Semalam makasih ya,” ucap Reza. Ehem! Deheman itu membuat Aluna merasa canggung, Bi Asti yang berdehem, wanita paruh baya itu pasti sudah salah paham, mengira kalau perkataan Reza bermakna sesuatu yang dewasa. “Kamu masak apa?” tanya Reza, mengalihkan suasana. “Nasi goreng,” kata Aluna. “Bi Asti yang buat, aku cuma bantuin, sekalian belajar, biar masakanku enggak keasinan,” tuturnya. Reza mengernyit, seingatnya dia tidak pernah jujur tentang masakan Aluna yang keasinan, lantas dari mana wanita itu akhirnya tahu kalau masakannya yang kemarin-kemarin itu keasinan? “Erik kasih tahu kamu ya kalau pindang daging yang kamu bawa kemarin keasinan?” tebak Reza.

