BAB 32 | Dia Milikku!

1240 Kata

“E-enak,” jawab Reza, gelisah. Rasa asinnya begitu pekat hingga membuat lidahnya terasa menciut. “Syukurlah kalau enak,” kata Aluna. Dia lantas mengambil mangkuk lain, menyendok beberapa kali dan memberikan mangkuk berisi pindang daging itu kepada Erik yang berdiri di dekat Reza. “Ini, kamu juga cobain ya,” ujarnya. Erik menatap tuannya sejenak, keduanya saling memandang, seperti sedang berbicara dari tatapan mata. “Saya sudah makan siang, Nyonya.” Erik sengaja menolak karena dia melihat ekspresi tuannya yang tampak menahan sesuatu dari masakan itu. Pasti tidak enak, tebak Erik. “Cobain sedikit saja.” Aluna sedikit memaksa, itu membuat Erik merasa tidak enak hati, apalagi Reza menatapnya tajam, secara tidak langsung menyuruhnya untuk ikut mencicipi. Dengan berat hati, Erik menerima ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN