BAB 18 | Mencintai Karena Nafsu

1174 Kata

Reza baru saja masuk ke kamar setelah beberapa jam mengurung dirinya di ruang kerja. Terlihat Aluna masih belum tidur, dia duduk bersandar di ranjang sambil menatap ponselnya. “Sudah malam, Aluna. Kenapa belum tidur?” ujar Reza sambil melepas kaosnya. “Belum ngantuk, Mas,” jawab Aluna, meletakkan ponselnya ke atas nakas. Matanya kemudian sibuk mengamati Reza yang kini sudah berada di sisinya. “Ayo tidur, ini sudah malam.” Reza merebahkan kepalanya terlebih dulu, dia miring ke samping, menunggu Aluna menyusul tidur di sampingnya. Namun, Aluna masih tampak diam di tempatnya, membuat Reza mendongak menatap padanya. “Ada apa?” tanya Reza. “Aku boleh tanya sesuatu?” ujar Aluna. “Tanyakan saja apa pun yang ingin kamu tanyakan, Aluna,” kata Reza. “Mmm... tapi ini tentang... perempuan t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN