Tak Pernah Disangka

1224 Kata

Bima menatap lurus ke arah Pak Yasa yang telah duduk tepat berhadapan dengannya, tinggal menunggu Bu Tanti yang masih berada di dalam dapur. Bima sebenarnya tak mau seperti ini, sejak rumah ini dibeli hingga sekarang dua orang yang paling ia percaya adalah Bu Tanti dan Pak Yasa. Bisa dibilang Bima menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada dua orang pegawainya itu, sayang sekali kepercayaan itu telah pudar sejak ia melihat rekaman CCTV semalam. "Maaf, Mas, ibu telat soalnya tadi sebelum berangkat ada urusan sebentar." Bu Tanti yang baru keluar dari dapur menundukkan kepalanya sungkan. "Gak apa-apa, Bu. Silahkan duduk," balas Bima memperhatikan gerak-gerik Bu Tanti. Bu Tanti duduk di samping Pak Yasa, menunduk tak berani menatap mata tajam Bima yang tengah memperhatikannya. Bu Tanti merupakan

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN