23

1307 Kata

"Bec, mau sampai kapan kayak gini?" Rebbeca meringkuk di balik selimut Nindy, baru satu malam dia menginap di apartemen Nindy, tapi wanita itu sudah menanyai satu hal yang sama sebanyak sepuluh kali—mungkin lebih. Sekacau itu kah dia? Mungkin. Tapi dia tidak menangis, tidak merasakan apa pun—mungkin ada Nindy mengawasinya jadi tidak lepas. Dia hanya merasa sangat lelah dan ingin berbaring di ranjang selama mungkin. "Hello? Apa ada orang di kamar ini selain gue?" Rebbeca meluruskan badan dan memandang Nindy yang duduk di ujung ranjang dekat kakinya. "Gue baik-baik aja, Nin." "Nggak. Lo kacau, Beca." Nindy memukul ringan kakinya. "Lo nggak bisa terus menghindari dari semua ini. Lo nggak bisa terus bersembunyi di sini dengan alasan belum siap ketemu cowok itu—siapa, ah ya, Jevin. Lo nggak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN