Cahaya remang-remang masuk melalui jendela. Suara angin beserta kicauan burung terdengar bersahutan menyemarakkan pagi hari di kastil tepi pantai milik Long feng. Mo qi qi sedikit terganggu dengan hawa dingin separuh menyerang kulit telanjangnya. Secara naluriah ia beringsut mencari kehangatan di sekitar tempatnya berbaring. Usahanya tidak sia-sia, dalam keadaan mata tertutup ia berhasil menemukan sesuatu yang hangat dan lembut. Mo qi qi pun meletakkan kepalanya di atas benda hangat yang ia temukan. Lalu melingkarkan kakinya seolah-olah seolah takut benda itu pergi. Gerakan Mo qi qi mengusik tidur nyenyak Long feng. Mata oniks miliknya terbuka, pemandangan pagi yang indah langsung terpampang secara gratis di hadapannya. Mo qi qi tengah memeluknya dalam kondisi tak berbu

