Sudah 7 bulan usia kandungan Ayla. Dia tidak menyangka jika kejadian menyakitkan yang pernah dia alami dulu kini justru membuatnya dan Erga menjadi sangat dekat. Erga yang cuek, dingin dan tidak pernah menganggapnya ada, kini seratus delapan puluh derajat berubah menjadi suami yang perhatian, penuh kasih sayang dan memperlakukan Ayla seperti tuan putri. Bahkan Erga menjadi protektif. Ayla tentu saja bahagia, karena inilah rumah tangga yang selama ini dia impikan. "Sayang, kamu lagi apa?" Ayla yang tengah melamun di depan rumah berjengit saat seseorang memeluknya dari belakang. "Nggak lagi ngapa-ngapain Ga." "Lagi mikirin apa?" Ayla menggeleng. Erga membalikkan tubuh Ayla untuk menghadap pada dirinya. Erga mengernyit saat dia melihat ada bekas air mata yang menempel di pipinya. "Ka

