Ayla mengalihkan perhatiannya ke luar kaca mobil, sesekali dia menikmati angin yang menerpa wajahnya melalu kaca mobil yang sedikit terbuka. Pikirannya kembali menerawang pada kejadian sebelum dia pergi dari rumah sakit, Erga datang lagi. Ayla memasukkan semua bajunya ke dalam tas. Awalnya Alan yang akan membereskan semuanya, namun tiba-tiba Alan mendapatkan telepon dari temannya, akhirnya Alan keluar dulu karena ada sesuatu yang penting. "Duh, kebelet pipis." Katanya. Ayla masuk ke toilet, beberapa menit kemudian dia keluar, namun karena lantainya sedikit licin, kakinya terpeleset. Dia memejamkan matanya, namun dia merasa tubuhnya tidak terjatuh melainkan seperti ada seseorang yang menahannya. Perlahan Ayla membuka matanya, Ayla langsung terkejut saat tau siapa yang menolongnya, Ayla

