Ayla terbangun dengan nafas terengah-engah, bahkan keringat dingin bercucuran di pelipisnya. Jantung Ayla berdebar lebih cepat. Ayla merasa ketakutan. Mimpi apa itu? Ayla menyeka keringatnya. Mimpi itu terasa sangat nyata. Ayla bahkan masih bisa merasakan bagaimana mimpi buruknya, tubuhnya pun terasa kaku. Ayla masih membayangkan bagaimana dia di siksa Erga, bukan Erga yang terlihat dingin dan datar, tapi Erga yang sangat menakutkan. Erga seperti memiliki sisi Psychopath. Dan itu membuat Ayla semakin tidak ingin Erga sampai tau tentang kehamilannya. Ayla khawatir kalo Erga akan menyuruhnya untuk menggugurkan bayinya. Tidak. Terbesit di pikiran Ayla untuk mencoba pergi jauh dari Erga. Tapi Ayla masih memikirkan bagaimana orang tuanya nanti jika dia kabur dari rumah. Mama dan papan

