"Kau dengar itu? Sepertinya dia menyebut namaku." Axel dengan sengaja menyenggol lengan Freya hingga kulit mereka bersentuhan. Ia kemudian berlalu sambil tersenyum, meninggalkan Freya yang masih bergeming, menatap punggungnya dengan jantung berdebar-debar. "Apa yang dikatakannya?" Freya berseru lalu mengembuskan napas panjang. Ia menyentuh dadanya dengan satu tangan lalu berkata lagi, "Aku tidak mendengar apa-apa," ucapnya dengan kening berkerut-kerut. "Tapi, kenapa tadi jantungku berdetak tidak karuan? Huh?" Axel terus tersenyum sepanjang jalan. Ia menoleh melalui bahu, Freya sedang mengamatinya tapi sambil memberengut, ekspresi yang paling disukai Axel. Axel kemudian berhenti. "Ayo, Frey. Kita sudah terlambat," katanya. Freya mendengus lalu mempercepat langkahnya hingga sejajar deng

