"Yaah bukan orang Kalimantan, um? Serius?" Yang Airin tahu tentu saja begitu. Gak ada silsilah orang Kalimantannya sama sekali si Athaya kan? Asal usul sang kakek memang Indonesia. Tapi bukan orang Kalimantan juga kan? "Serius, umm?" Ia jadi kecewa. Kan sudah satu kelompok dengan Rakhan. Jadi banyak obrolan. Anaknya ramah. Adeeva kan juga ramah. Tapi Adeeva entah kenapa malu saja kalau berhadapan langsung dengan cowok itu. Hahaha. Yang nempel malah cowok-cowok lain. Dari yang teman sejurusan, beda jurusan hingga kakak kelas. "Kenapa sih?" Bibirnya cemberut. Hahahaha. Kecewa karena ternyata bukan Rakhan. Umminya tertawa. "Kan ummi udah bilang, jaga hatimu." Ya sih. Ia mencebik. Memang gak ada jawaban lain selain menerima kenyataan yang tak sejalan kan? Ya sudah lah. Ia woles saja.

