Prasangka Buruk

2516 Kata

"Seandainya kamu nikahnya bukan sama aku gimana?" "Ih ngomong apaan coba?" Ini ceritanya sedang makan cilok di pinggir jalan. Beli di abang-abang gerobakan. Ya sambil menunggu hujan selesai. Mereka dalam perjalanan menuju Depok sih. Sebetulnya hari Sabtu. Bukan jadwal kuliah. Tapi Shilla tadi ada kegiatan di kampus dan cowok ini ngotot untuk memaksanya tidak membawa mobil hari ini. Eeh malah hujan di tengah jalan. Kini sedang berteduh dan ada abang-abang penjual cilok pula. "Kan kita gak tahu jodoh, Shil." "Tapi aku males kalau omongannya kayak gini." Ia jadi bete. Ya bayangannya harus sama Reifan sampai akhir. Sudah cinta mati nih. Benar-benar cinta mati. Sementara Reifan hanya mencoba membuka pikiran Shilla. Ya walau berat juga tentunya baginya. Siapa sih yang mau pisah? Gak ada kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN