24.

836 Kata

Gisel termenung di teras rumah, dia lupa membawa kunci cadangan dan entah sepertinya bibi sedang pergi karena rumah kosong. Hujan yang turun semakin deras, suara gemuruh petir semakin terdengar membuat Gisel ketakutan. Dia mengusap perutnya berulang kali dengan tatapan tertuju pada jalanan yang sepi. "Ayah kamu gak nyusulin kita dek," gumam Gisel. Suara petir kembali mengagetkan Gisel, badannya sudah gemetar karena takut. Bajunya pun sudah sedikit basah karena cipratan air hujan. Dia menunduk takut, kedua tangannya menutupi wajahnya. "Sel." Seseorang menyentuh pundak Gisel membuatnya mendongak, menatap laki-laki itu. "Kok gak masuk?" "Mas Aldo ngapain ke sini?" Aldo tersenyum tipis, "Mana mungkin aku biarin kalian begini, kenapa gak masuk ke rumah?" "Kuncinya ketinggalan, bibi gak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN