Gisel mendesah lelah di atas kasur miliknya, sejak usia kehamilannya memasuki 8 bulan dia sering merasa nyeri di punggungnya. Gerakannya juga sudah tidak selincah dulu lagi, badannya terasa berat. "Sel?" "Ya ma," Hana mendekati putrinya, tangannya membawa sepiring buah-buahan segar. "Dimakan dulu buahnya," Gisel mengangguk. "Pinggang aku pegel banget mah, sakit." Adu Gisel kepada mamanya. Hana tersenyum lembut, "Itu hal yang wajar sayang. Sabar ya, nanti kalau anak-anak kamu udah lahir kamu pasti kangen momen-momen kayak gini." "Gak boleh di pijit ma?" "Jangan dong, kalau kamu gak kuat di usap-usap aja pinggangnya. Mama keluar sebentar ya, mau belanja di tukang sayur. Tadi Bayu minta di masakin capcay." "Iya," Gisel menghela nafas panjang, tangannya terulur untuk mengusap pingga

